05 Nov 2023

Rapat Pembahasan Progres Pembangunan KIHI (Kawasan Industri Hijau Indonesia)

Tanjung Selor (16/06/2023) - Rapat koordinasi ini diikuti oleh 30 Peserta Rapat baik secara daring maupun luring dan dibuka dengan presentasi dari Bapak Rahman Putrayani M.M., tentang progres pembangunan yang ada di Kawasan Industri Hijau Indonesia di Provinsi Kalimantan Utara tahun 2023.

Ada beberapa inti pokok yang dijelaskan terkait progres Kawasan Industri Hijau Indonesia yaitu sebagai:

  1. Dari 3 pengelola baru 2 pengelola yang mempunyai kantor cabang bertempat di Tanah Kuning yaitu PT. KIPI dan PT. ISI. Gedung cabang PT. KIPI baru saja selesai dibangun dan mulai dioperasikan bulan Juni tahun 2023 ini serta sudah menggunakan SOP. Sekarang PT. KIPI sedang fokus ke pembangunan jalan di dalam Kawasan Industri Hijau Indonesia yang PT. KIPI kelola untuk menghubungkan tenant dan fasilitas umum dalam Kawasan KIPI.
  2. Ada 2 industri yang sudah memiliki ijin untuk membuat jetty adalah PT. Kalimantan Aluminium Industri (KAI) dan PT. Taikun Petrochemical yang masuk dalam Tsingshan Holding Group dari cina. Taikun jetty sudah mencapai 800 meter sedangkan PT. Kalimantan Aluminium Industri jetty sudah mencapai 600 meter. Selain itu break water juga sudah dibangun, untuk menstabilkan gelombang laut yang ada di sekitar area jetty.
  3. Di Kawasan yang dikelola oleh PT. Kalimantan Industri Park Indonesia sudah membangun mess sementara untuk pegawainya yang dapat menampung sekitar 100 orang pegawai. Mess pegawai tersebut terbuat dari container yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa untuk membuat nyaman pegawai yang tinggal dan sudah dilengkapi dengan AC.
  4. Taikun Petrochemical tahun lalu sudah melakukan pengeboran untuk melihat kualitas air dalam tanah yang ada di daerah Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI). Untuk pasokan listrik sementara menggunakan generator dan panel surya untuk mencukupi kebutuhan listrik yang ada di daerah pembangunan Kawasan Industri Hijau Indonesia. Dan dalam rapat beberapa bulan yang lalu dari PT. KIPI memberikan laporan bahwa mereka membutuhkan pasokan bahan pangan setiap hari dalam jumlah besar. Sementara mereka mencukupi kebutuhan pasokan bahan pangan tersebut dari penduduk sekitar dan mitra – mitra dari perusahaan mereka..
  5. Untuk progres ground clearing PT. KAI (Kalimantan Aluminium Industri) sudah masuk pada konstruksi tahap 1 untuk pembangunan pabrik smelter aluminium. Pembangunan Gedung kantor PT. KAI terus berprogres demikian pula dengan ketersediaan alat berat, alat angkat serta pasokan batu kerikil.
  6. ISI sudah mendapatkan persetujuan KKPR seluas ± 3.800 Ha dan saat ini sedang dalam proses AMDAL dan rencana untuk tahun 2024 sudah mulai melakukan land clearing, beberapa tenant sudah mulai melakukan pekerjaan seperti green amonias, prime steel dll.